Bertahan di Era Digital

Katanya musik sudah sekarat?

Katanya musik sudah diambang batas, tinggal menunggu waktu saja?

Benar gak?

Kalau kamu berfikir iya, berarti kamu berfikir bahwa musik Indonesia itu sama dengan Industri musik Indonesia.

Yang benar Industri rekamannya (musik) yang cenderung sekarat. Sekarang yang sedang bingung adalah industri penjualan CD, bingung mau di jual kemana, menurun drastis!

Sebenarnya yang terjadi sekarang adalah media untuk setiap orang menikmati / mendapatkan karya musik yang berubah. Dulu kita sangat tergantung sama kaset dan cd. Sekarang kita menikmati karya musik mungkin lebih banyak dari streaming dan download (gratis pula!)

sumber gambar : http://pomo.com.au/blog/wp-content/uploads/2011/07/shutterstock_18152998.jpg


Tapi kalau kita hanya melihat bahwa era digital membuat masa depan musik Indonesia suram, justru kamu harus berfikir ulang. Lihat deh diluaran sana berapa banyak musisi yang berhasil beradaptasi dan kemudian mendapatkan untung yang luar biasa! Nine Inch Nails, Jimmy Eat World, OK Go Go and also Lady Gaga.

Lihat juga musisi-musisi Indonesia yang besar dari youtube, dapat penghasilan dari rajinnya mereka berkicau di twitter. Banyak kok yang berhasil beradaptasi.

Beberapa hal ini mungkin bisa membantu kamu untuk beradaptasi :

1. Listen to Your Fans.
Banyaknya media di era digital ini harusnya membantu kamu untuk mendengar apa kata fans kamu tentang musik kamu. Atau kalau kamu baru mulai, ini bisa membantu kamu memilah-memilah ketertarikan fans. Mulailah dari Social Platform seperti facebook, Twitter, Youtube, Last FM, MySpace dan lain-lain.

2. Engage & Empower The Audience.
Fans kamu itu suka banget menunjukkan cintanya ke kamu, fasilitasi aja!
Ajak fans untuk ikut urun dalam proses kreatifitas kamu. Mungkin bisa sesederhana ; bantuin milih judul single, bantuin ide video clip, bantuin referensi fashion dan masih banyak lagi.

3. Invest in the Long-term Relationship.
Bahkan saking fans mereka sama musik kamu, mereka bisa loh nebak yang nge-twit siapa! Kadang kamu perlu invest waktu lebih banyak untuk sekedar berbasa-basi di lini masa Social Media kamu, tapi percaya deh, relationship yang terjalin di lluar dugaan kamu loh.

4. Using The New Tools.
karena pergerakan media digital sangat cepat kamu harus menyesuaikan loh. Gunakan media-media baru yang lebih mudah menjangkau fans kamu.

5. Experiment
Dengan berubahnya cara orang mendapat karya musik, kamu juga bisa ber-eksperimen dalam hal mendapatkan penghasilan dari musik kamu. Pelajari cara-cara mereka (fans) mendapatkan musik kamu, lalu lihat apa yang bisa di optimalkan. Misal, fans kamu banyak banget yang maen twitter, gunakan saja fasilitas Pay With Tweet. Tools ini bisa bermanfaat untuk : awareness (viral bahkan) serta berpotensi untuk jadi duit saat kamu tawarkan ke brand (sponsor) tertentu.

Nah sekarang semuanya tergantung pilihan kamu kan? mau beradaptasi atau mau kabur aja menjauh dari era digital?


sumber : Connect or Die: How to survive in a Music 2.0 world
di tulis ulang oleh admin

4 comments:

  1. Siapa bilang kalau musik itu sudah sekarat?
    musik indonesia kini semakin berkembang, apalagi di zaman teknologi sekarang.

    ReplyDelete
  2. Saya rasa tidak hanya bertahan, melainkan semakin berkembang...

    ReplyDelete

 

Labels

Like Disini Ya

Like di FB : Seven Music
There was an error in this gadget