2012, Tahun Kreatifitas yang Baru


http://www.pustakasekolah.com/wp-content/uploads/2011/12/harapan-tahun-2012.jpg

Bulan Oktober 2011 lalu pemerintah resmi melakukan ‘re-start’ total terhadap semua konten-konten berbayar di mobile phone dari semua provider maupun content provider. Hari itu semua layanan yang sengaja atau tidak sengaja terpasangan di handphone kita (tidak hanya rbt,sms info dan konten berbayar lain kebagian juga) di non aktifkan.

Pemerintah akhirnya melakukan aksi tegas terhadap keluhan pencurian pulsa dan lain sebagainya. Tujuannya pun sebenarnya memberikan solusi yang lebih baik terhadap konsumen,yaitu kita yang menggunakan mobile phone. Untuk mengaktifkan layanan tertentu pemerintah memberika aturan ketat. Yang paling terlihat adalah RBT (Ring Back Tone) layanan lagu di nada sambung berdurasi 30 detik in, yang tadinya luar biasa jadi tumpuan semua label (dan content provider) harus gigit jari. Konsumen yang sudah ‘jengah’ dengan kecurangan pihak pihak tertentu akhirnya memilih untuk tidak menggunakan semua konten-konten berbayar itu,dan termasuklah RBT di dalamnya.

Sejak saat itu sejenak wajah industri musik Indonesia seakan berubah. Label-label besar, content provider (yang nakal atau tidak) dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka mengalami perubahan luar biasa hebat. Banyak label dan content provider yang di perkirakan kehilangan pendapatan mereka drop hingga 90%, yang kemudian ber-efek pada di rumahkannya beberapa karyawan.

Kenyataannya memang tidak semua pihak kelimpungan. Ada sebagian lagi masih optimis RBT (terutama) akan bangkit lagi. Sebagian itu pun sibuk menggalan optimisme ke masyarakat. Sejumlah gerakan di gelar. Bahkan sempat marak di lini masa #saverbt bahkan berujung pada satu konser cukup megah.

http://img01.salingsilang.com/salingsilang.com/uploads/2011/10/Screen_Shot_2011-10-18_at_2.51_.58_PM_.png

RBT memang jadi tulang punggung bagi sebagian besar label atau content provider sehingga wajar kejadian satu hari pembersihan itu ber-efek hingga hari ini. Seakan semuanya (industri musik) sudah tutup buku,tidak ada lagi harapan. RBT yang di anggap - untuk saat ini - sebagai satu penghormatan terhadap karya-karya musisi Indonesia pun harus terpuruk di tengah maraknya pembajakan yang entah kapan habisnya.

"Banyak musisi yang mengandalkan pendapatan dari kontrak dengan content provider terhadap karya mereka yang dijadikan RBT. Mendengar kisruh ini, beberapa musisi sudah beraksi, seperti yang diberitakan oleh para fans mereka di linimasa. Bimbim dari grup musik Slank misalnya, turut dalam jajaran musisi yang melakukan konferensi pers seputar kasus RBT ini. Tadi pagi, akun Twitter @slankdotcom - akun resmi dari grup musik Slank - mengirim tweet berisi foto para musisi yang membuat konferensi pers tersebut" (http://salingsilang.com/baca/menolak-penghapusan-rbt-lewat-tagar-saverbt)

Tapi benarkah umur industri musik Indonesia telah habis? Mari lihat sejenak wajah optimis yang di sisakan tahun yang baru saja lewat ini. 2011 menyisakan kenangan yang cukup membahagiakan sebenarnya. Kemunculan wajah-wajah baru yang kemudian melejit membuktikan bahwa industri musik Indonesia masih menyisakan harapan besar. Lihat saja demam boyband dan girlband yang bertahan hingga saat ini,atau lihat semakin maraknya pentas-pentas off air yang kaya suguhan visual.

Musisi Indonesia masih tidak kehilangan optimisme. Musik Indonesia tetap bisa bangkit meski harus mengganti ‘tulang punggung’ mereka dari RBT. Ide untuk kembali ke ranah konvensional pun hangat. Sebagian musisi menggelar kampanye ‘Kembali Membeli CD’, sebagian lagi mengajak untuk respect terhadap karya musisi Indonesia dengan melakukan download Legal yang sudah kian marak di dunia digital.

‘Kematian’ RBT menyisakan pertanyaan, what next? Apa selanjutnya yang akan terjadi di Industri Musik Indonesia? tahun 2012 setidaknya menjadi start position yang sama bagi semua pihak. Setidaknya saat ini,di awal tahun ini,semua pihak di ajak merenung dan menilik ulang apa celah yang bisa di gunakan guna memberikan semangat baru di tahun 2012.

Tahun 2012 adalah tahun kreatifitas, tahun dimana semua pihak yang mencintai musik Indonesia dan industrinya harusnya bertarung secara kreatifitas. Memanfaatkan celah-celah kreatifitas sebesar-besarnya. Semua pihak di beri kesempatan untuk melihat ulang di tahun 2011, dan di tahun 2012 saatnya bergerak kembali untuk sesuatu yang baru.

Tahun ini musik Indonesia dan Industrinya harus bangkit dengan kreatifitas yang lebih segar. Tidak mengulang hal yang sama, tapi memberikan hal yang berbeda. Tahun baru, kreatifitas baru dan tentunya wajah-wajah baru yang siap hadir entah untuk menambah keceriaan atau mengulang sukses.

Saatnya Musik Indonesia Kembali! Saatnya musisi hebat Indonesia unjuk kreatifitas, tidak hanya kreatifitas biasa tapi kreatifitas di atas rata-rata yang akhirnya mengukir prestasi.

Selamat Tahun Baru 2012, dan selamat datang wajah Musik Indonesia yang baru.

(AB)



1 comments:

  1. semoga ada kreatifitas baru yang lebih segar g cuma seperti yang sudah ada sekarang.
    dan semoga musik Indonesia jadi lebih seger deh

    ReplyDelete

 

Labels

Like Disini Ya

Like di FB : Seven Music
There was an error in this gadget