Fender Telecaster Thinline 1972, Ajiiib!!!


Product Fender Thinline series adalah tipe classic series yang diproduksi dengan berpatokan pada karakteristik guitar tahun 1960 – 1970 an. Bentuk, tone, dan karakter yang dihasilkan seperti guitar yang ada di era tersebut. Tampilannya menarik baik dari segi warna, bentuk, serta fitur yang dimiliki, membuat para penggemar telecaster sudah jatuh cinta.     
Fitur





Body guitar dipernak dari Ash wood dan tergolong tipe semi hollow karena memiliki rongga di tengahnya, dilengkapi juga dengan F hole yang membuat bentuknya sangat klasik. Menggunakan 70’s vintage hard tail string though bridge yang bisa menambah sustain. Necknya terbuat dari maple dengan bentuk C shape khas Fender. Untuk tuner di gunakan fender Schaller. Trust Rod untuk guitar ini berbentuk bullet dan dilengkapi three bolt neck plate yang mempercantik penampilannya. Yang menarik pick up yang digunakan untuk tipe ini adalah 2 buah humbucker (Fender Waide Range) dengan cover kaleng bertuliskan Fender. Memiliki 2 buah knop volume dan tone dengan three toggle swicth untuk memilih pick up. Pick guardnya menggunakan 4-Ply White Pearloid Kebetulan guitar ini memiliki warna natural sehingga menambah keindahannya. Siapa saja yang mengaku pecinta telecaster pasti mengakui kalau tongkrongan guitar ini tele sekali.






Pemainan
Bentuk guitar ini sedikit agak lebih besar daripada Telecaster tipe lainnya (bahkan jika dibandingkan dengan saudara tuanya thinline 69) mungkin lebih tebal tepatnya, jadi bagi gitaris yang biasa menggunakan Telecaster tipe lain mungkin akan merasa agak aneh tetapi setelah memainkannya sebentar pasti kita bisa dengan mudah beradaptasi. Necknya sangat khas fender gemuk dan mantap di tangan. Setelah mencoba struming beberapa kali dan memainkan beberapa lick terasa sekali gitar ini nyaman meskipun harus diakui guitar ini bukan untuk bermain cepat tapi pasti bisa diajak bermain keras hehehehe Satu satunya keluhan saya adalah pemilihan fret berukuran kecil mestinya guitar ini akan semakin nyaman apabila fret yang dipilih sedikit lebih besar.






Sound
Untuk mencoba sound guitar ini digunakan amply Fender Ultimate Chorus dan Carvin Legacy. Guitar ini memiliki sound yang asik, walaupun menggunakan humbucker tetapi sound yang dihasilkan tetap detail dan masih terasa khas sound Fendernya,mantab abis. Soundnya berada diantara single coil dan sound mid soap bar khasnya dari Thinline TC 90 tetapi masih jauh dari sound fat humbuckernya Gibson,ya iyalah Gibson beda karakter gitu loh. Pas sekali untuk gitaris yang menginginkan telecaster dengan power lebih akan tetapi ingin menghindar sound fat khas humbucker. Berbagai jenis sound rasanya bisa dicover dengan menggunakan guitar ini mulai dari pop, blues, jazz, classic rock. Pick up necknya bisa menghasilkan sound clean yang glassy sementara pick up bridgenya bila dipadukan dengan sentuhan distortion dan overdrive dapat menggeram dengan sangat tebal. Performance guitar ini lebih baik apabila menggunakan amplynya Fender, detail nada dan ciri khas telecasternya tidaklah hilang tetapi kita dapat bonus berupa tambahan power, Dengan menggunakan Carvin Legacy suara tetap asik tetapi ciri telecasternya menjadi hilang. Satu satunya jenis sound yang tidak bisa diperoleh dari guitar ini adalah sound death metal ‘secara’ classic series gitu lho main metal-metalan, yang cocok malah kalo main bergaya keith Richard, nah baru cocok…hehehehe


Kesimpulan
Guitar ini oke banget buat dimiliki para pecinta guitar dengan nuansa klasik, dapat digunakan untuk berbagai jenis musik serta memiliki penampilan yang luar biasa cantik. Bagi para pecinta telecaster it’s a worth collection. Buat gitaris yang belum memiliki telecaster ingin mendapatkan sound khas telecaster yang pure tidaklah disarankan  ). Telecaster menggunakan guitar ini (cobalah yang single coil dulu  Thinline 72 cocok bagi gitaris yang ingin memiliki tambahan dan dibuat khusus bagi pecinta telecaster yang ingin mendapat sound tele yang mantab…(AF)

1 comments:

 

Labels

Like Disini Ya

Like di FB : Seven Music
There was an error in this gadget