Lagu-Lagu yang “mengganggu” di Playlist saya

Sebagai orang yang senang dengan musik saya tentunya punya alat pemutar musik yang bisa saya bawa kemana-mana.
Awalnya musik yang mengisi playlist di alat tersebut adalah kebanyakan lagu luar alias sedikit lagu dalam negeri. Bukan apa-apa karena menurut saya musik Indonesia masih dominan dengan aroma Homogen alias terdengar sangat seragam.
Bukan berarti tidak ada yang bagus,contohnya beberapa lagu yang di menurut saya cukup “mengganggu” kuping saya, dengan kata lain paling sering saya putar karena bagus dan itu lagu dari musisi Indonesia!
1.       The Face – Sepi
Lagu ini mengingatkan saya pada sebuah band papan atas Indonesia sebelum masa si vokalis berulah “Bengal” dan mendekam di Penjara. Memadukan unsur akustik dan lirik yang sangat “sing a long” membuat lagu ini langsung “nancep” di kuping saya. Arransemennya sederhana namun “mahal”. Masuknya choir anak-anak di pertengahan lagu, membuat jiwa lagu ini jadi lebih kuat. Saya membayangkan jika lagu ini kemudian di nyanyikan beramai-ramai dengan penonton sambil bertepuk tangan. Wuih membayangkannya saja merinding….. lagu ini sebenarnya tentang cinta yang rada sedih,namun entah kenapa mendengar lagu ini yang tersirat adalah rasa riang,senang tanpa ada sentuhan sedihnya sama sekali J

2.       Ivan Handojo – Pada Waktunya
Menemukan lagu ini tidak mudah,harus bergerilya kemana-mana. Saya harus mengerahkan kemampuan melobi banyak orang untuk mendapatkan lagu ini. Saya tertarik mendapatkannya karena “kehebohannya” di Twitter. Karena penasaran sayapun melakukan aksi pencarian. Akhirnya dengan perjuangan yang dramatis (ini … maap agak lebay) saya mendapatkan lagu ini. Awalnya saya tidak menyangka ini adalah lagu Indonesia. Arransemen musiknya sangat “barat” menurut saya. Yah rada-rada Coldplay or sejenisnya gitu deh. Alunan piano di awal di padu dengan gitar akustik serta vocal yang inggrisnya oke itulah yang membuat saya tidak menyangka bahwa ini lahir dari Indonesia. Lagu ini pintar mengangkat emosi yang dengar. Pelan namun pasti terus naik hingga klimaks dan di akhiri dengan baik. Versi latihannya sudah dapat di lihat di Youtube,dan emosi lagunya jadi berasa banget.

3.       Stand Up – Purpose
Menurut infonya ini band bukan band baru. Band lama yang hadir kembali dengan sentuhan yang lebih “ber-energi”.  Lagu ini mengingatkan saya tentang Lifehouse atau The Calling. Terutama karakter vokalnya. Di lagu ini di sediakan dua versi lirik. Full Inggris dan separo Inggris separo Indonesia. Edisi “dual language” yang menurut saya berhasil membuat lagu ini terus bertahan di playlist saya. Sentuhan rock yang tidak gampangan dan sangat berkarakter di vocal,membuat lagu ini enak untuk terus di putar berulang-ulang.

4.       The Face – In The Name of Love.
Openingnya mengingatkan saya kepada band semacam Angel and Airwaves. Pelan namun penuh dengan cerita. Lagu ini di bawakan dengan sentuhan rock yang tidak terlalu cepat. Yang dengar lagu ini masih sangat bisa menangkap enaknya music dan pelafalan liriknya. Meski cerita lagu ini tidak terlalu dalam namun musiknya membuat kita terhanyut tanpa harus berfikir ini-itu. Dinikmati saja.

5.       Edane – Living Dead
Semenjak album 170 volt, saya “berhenti” nge-fans sama Edane. Bukan apa-apa, semenjak mendengarkan album The Beast, saya merasa Edane adalah group rock yang unik.  Perpaduan musiknya, vokalnya sangat beda dari band-band rock di jaman itu. Namun saat 170 volt di rilis saya kecewa. Itu bukan Edane yang saya kenal. Lalu beberapa waktu lalu Edane merilis album baru berjudul Edan. Hanya di gawangi oleh Eet Syahrani dan sang drummer. Seperti judul albumnya, sayapun berkata “Edan!”. Bukan hanya berubah,namun Edane kembali ber evolusi memadukan musik mereka dulu dengan sentuhan Rock bertenaga yang luar biasa hebat. Living Dead membuktikan bahwa jari Eet masih sangat liar di gitarnya dan Fajar masih sangat powerfull di belakang set drum. Isian vokalnya di lagu ini seperti mendengar perpaduan lengkingan dan growl yang beringas.  Sebenarnya di Album Edan, Living Dead bukan hanya satu-satunya lagu yang membuat kuping anda “panas” namun hampir keseluruhan lagu di album ini mampu membuat anda kehabisan energy.

2 comments:

 

Labels

Like Disini Ya

Like di FB : Seven Music
There was an error in this gadget